Cintaku Jauh Di Pulau
Mei 6, 2008 at 7:36 pm 3 komentar
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi ! Jalan sudah bertahun ku tempuh !
Perahu yang bersama ‘kan merapuh !
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku ?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
Entry filed under: tulisan. Tags: .
3 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
fitria878 | Mei 21, 2008 pada 10:49 pm
tentang siapa njung?
2.
isoul | Mei 22, 2008 pada 9:10 am
kalau aku suka yang judulnya prajurit jaga malam,
‘waktu aku jalan, aku tak tahu apa nasib waktu!”
3.
designerwebsite | Mei 22, 2008 pada 3:23 pm
kegalauan bisa di jawab mengapa ?